Sekolah, sudah jadi masa yang sudah lewat..
Sekolah, telah menjadi kenangan abadi,
yang takkan pernah terlupakan dan lekang oleh waktu.
Karena semua yang terbaik, benar2 kucurahkan pada masa gemilang itu.
Masa gemilang… mengingat kata gemilang, kadang aku merasa geli. Kadang pun, merasa… “Wah, itu gue banget”… 2 tahun pada kelas yang sama, cukuplah untuk mengenal mereka secara mendalam secara jumlahnya masih kurang dari 20. Dan di masa itu, keluarlah semua tabiat asliku (hihihi ^^) and thank you banget buat teman-temanku yang sudah siap menerima aku apa adanya.
Mengenang 2 tahun terakhir di bangku putih abu-abu, satu hal yang enggak bisa lepas. Makanannya… Aku sudah jatuh cinta ada mie yang dijual di sana. And because of that, kemarin aku balik ke sekolah untuk menyantap makanan favoritku itu.
Lama juga tak ke sana (bisa sudah berbulan-bulan juga), anak-anak baru semakin sedikit dan tiba-tiba aku merasa “SMA? Masih zaman?”, mengingat aku sudah melepas seragam kebersamaan itu.
Keinginan untuk menyantap mie itu, mengunggahku dan temanku untuk kembali ke sana pada jam pelajaran siswa. Itu untuk menghindari si empunya mie, melewatkan kami (yang pernah jadi customer setianya). Alhasil, sebelum pergi ke sana… aku terpuruk dalam dilema (yang seharusnya, sebenarnya tak jadi masalah).
“Waktu itu gue pernah bilang ke diri gue… Gue enggak akan balik ke sekolah, sebelum gue mendapatkan pembuktian akan kesuksesan gue…”
Waktu itu aku berharap, mendapat satu saja keberhasilan setelah keluar dari sekolah, baru setelah itu tercapai aku berani untuk pasang muka di sekolah. Tapi… toh, akhirnya keinginan itu kalah oleh hasrat makan mie ^^
Kenapa aku bisa berkomitmen seperti itu?
Tergantung hati masing-masing juga, sih. Aku… cuma punya keinginan agar para guruku bangga terhadapku. Sikapku dan semua yang aku lakukan di sekolah selama bertahun-tahun, enggak sia-sia. Aku mau mereka bisa melihat aku sebagai diriku yang gigih, kuat, dan beda dari aku yang rapuh semasa di sekolah.
And hope it will become real soon… ^^
Gue, sekarang…
Siapa yg bisa nyangka c, sesuatu terjadi sama gue tepat sblm gue tulis tulisan ini?
Ini tuch.. bener2 ya… nyangkut banget di hati, mengundang semua alat pemikir gue untuk nyisain tempat secuil saja cuma buat hal yang ga pentink.
Apa sich, arti persahabatan itu menurut lo?
Gue c, jujur awalnya ragu. Tepatnya krn kejadian lebih kurang 4 tahun lalu. Stlh itu gue merasa percaya kembali, kepercayaan gue bangkit dan memicu gue untuk kembali memberikan kepercayaan.
Tapi apa disangka… for once again, kepercayaan itu terkoyak.
Gue sadar gue bukan siapa2 dan gue ga mengenal dunia secara luas. Umur gue.. masih seumur jagung, kalo nyokab bokab bilank.. Tp gue pengen coba. Dengan umur gue, gue yakin kok bisa jadi diri gue yang lebih baik.
Tapi apa dengan kepercayaan gue itu selalu terkoyak dan rapuh?
Teman baru gue,, yang gue sudah kasih kepercayaan.. gue kira gue bisa deket sama dia n having fun, sama kayak anak2 lain… Jujur, gue bukan orang yang mudah terbuka and.. say “hi” begitu gue bertemu kembali sosok manusia yang sebelumnya pernah gue lihat sx… I’m not like that. Tapi.. kepercayaan itu sudah terlanjur sirna.
Dia merusak gapura kepercayaan dia di pikiran gue.. dan mungkin skrg gue sudah enggak ada rasa simpati lagi buat dia.
PERSAHABATAN YG GUE MAO…
Bukan hanya dalam ucap,
tp juga tindak
Gue enggak mao, orang2 saling bilank “Hei, itu teman gue… Itu teman gue…” tapi dia sama sx enggak tahu bagaimana sifat orang yang ia akui temannya itu.
Itu bukan sahabat, cinta…
Persahabatan, tumbuh seiring dengan waktu. Dan enggak ada batasannya.
Hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan… pintu pertemanan selalu terbuka lebar….. Tapi termasukkah itu pada seseorang yang sudah kebal dengan persahabatan?
GIMANA CARA MENGHILANGKANNYA?
Gue pengen kayak anak-anak lain… Gue pengen bisa terbuka dan merasakan ‘hidup muda gue’… Hidup ini indah sebenarnya, tapi gue sendiri yang enggak bisa merasakan keindahan yang sudah dikasih oleh-Nya.
Gue pengen tiba di saat gue bisa terbuka dengan siapa saja dan mereka memegang kepercayaan gue teguh.
Waktu terus berputar
Waktu itu adil
Dan gue hanya bisa berharap,,, skrg gue merasakan ini semua, gue harap di masa mendatang gue akan mengerti makna dari persahabatan, dan tentunya diri gue sendiri… apa yang gue mau, dan apa yang harus….
Filed under: baca iny
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!