Today’s Lunch

Hari ini saya bangun kesiangan (Oh, I’m so sorry… I ever heard that woman isn’t good if waking up too late) dan sepertinya jam sarapan sudah lewat. Toh matahari sudah berada di puncak. Ya sudahlah… Saya teringat dengan something fresh yang ada di kulkas. They are fruits. A few days ago, my home looked like a market of fruit, I am really happy. We’re flooded with fruit! Dan buah yang saya ingin makan adalah apel.

Buah apel banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimia, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lain sebagainya sehingga apel itu  selain bagus untuk kulit namun bagus pula untuk kesehatan.

Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.

Fitokimia yang terdapat dalam buah apel merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar mulai dari kerut dan dapat pula membuat awet muda. Ini tentu sangat ampuh apabila kita termasuk orang yang memiliki banyak aktivitas di luar ruangan tertutup bukan?

Apel kaya akan serat. Serat yang tinggi ini dapat mencegah kita cepat merasa lapar. Maka dari itu apel sering masuk ke dalam daftar diet, bukan?

Waktu saya makan apel, seringkali setiap habis memakannya saya merasa ada sesuatu yang berbeda dengan gigi saya. Ternyata karena buah apel juga memiliki kandungan tanin. Tanin adalah  zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Baron yang terkandung dalam buah apel ternyata berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalam tubuh seorang wanita, lho. Sebagai informasi, estrogen itu adalah senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon inilah yang menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus haid. Pada saat menopause, estrogen mulai berkurang sehingga dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya hot flash, berkeringat pada waktu tidur, dan kecemasan yang berlebihan.

Di dalam sebuah apel juga terdapat asam tartar, yang dapat menyehatkan saluran pencernaan karena zat ini dapat membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.

Flavoid dalam apel dapat mencegah penyakit karena berfungsi untuk menurunkan resiko kanker.

Asam D-glucaric merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Asam D-glucaric ini juga ternyata terdapat di dalam buah apel.

Dan Quercetin, zat yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit.

Berdasarkan sebuah buku pengobatan yang pernah saya baca dulu, buah apel mengandung pectin alamiah yang dapat menghambat absorsi lemak  sehingga mengurangi keinginan kita untuk ngemil. Dan makan tiga apel tiap hari dapat menurunkan berat badan tiga pon dalam seminggu. Hmmm… it sounds really interesting, isn’t it?

Saya pun sempat mendengar dari teman saya (yang panggilannya, Tika) bahwa dengan memakan kulit apel maka akan membuat pipi kita merona merah secara alami. Benar enggak ya, tentang itu? Karena saat saya mencoba memakannya utuh-utuh, ada yang bertanya ‘Kok kulitnya enggak dikupas? Buah kan pasti sudah terkena bahan kimia.’ Oh… Kalau soal ini, sepertinya kita yang menentukan sendiri deh, mau makan apel beserta kulitnya atau tanpa kulitnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: