Racun yang Rancu

Tadi saat saya tengah perjalanan pulang, ada segelintir pembicaraan yang cukup menarik indra pendengar saya untuk mengetahui isi dan kelanjutannya.

Sopir angkot (S) : “Kalau sekiranya anak kecil sakit itu harus tahu sakitnya apa, kalau misalnya enggak pas di dokter ditanya sakit apa nanti jawabnya ‘tau’. Bisa gawat, dokternya juga bingung mau nyuntik apaan…”

Ibu-ibu di angkot (I) : “Iya, anaknya masih kecil banget tapi sudah disuruh rutin check-up.”

S : “Nafas anaknya kayak nafas kucing ya? Kalau itu saya punya cerita. Percaya kagak percaya ya, ni ya… Cari tokek, terus potong pas jumat siang (awalnya menyarankan jumat kliwon tapi akhirnya tidak jadi, katanya kelamaan) saja, potong, ambil hatinya. Lalu dibikin jadi kayak arang, dicampur ke kopi. {hah!? anak kecil mesti kudu pakai kopi? Enggak salah?}

I : “Oh, begitu ya…”

S : “Yah, saya sih cuma berbagi cerita doank. Percaya ya syukur, enggak ya sudah… {Ya sudahlah} Nah, kalau anaknya giginya bolong…”

I : “Sama juga ya?”

S : “Sabar dulu, Bu. Ibu cari keong racun. {Dasar kau keong racun, baru kenal eh ngajak tidur…} Getok pantatnya, nanti ada keluar cairan. Getoknya jangan kencang-kencang, nanti kalau kencang keluar cairan hitam-hitam…”

I : “Itu racunnya ya, Bang?”

S : “Iya, getoknya makanya pelan-pelan saja. Nah, cairannya tuh nanti di taruh di segumpal kapas kecil, terus taruh di bolongannya. Suruh anaknya gigit sampai beberapa lama, tunggu sampai obatnya nyebar…”

I : “Sembuh tuh?”

S : “Insya allah, anak saya sembuh, tuh… Yah, saya cuma berbagi cerita saja…”

I : “Pak, sudah kelewatan belum, nih?” (menanyakan tempat ia akan turun)

S : “Belum, Bu, sabar… masih jauh…”

Dalam hati saya, benar enggak sih? Yah, yang namanya pengobatan tradisional memang enggak selalu salah, tapi juga enggak selalu benar, bukan? Dari namanya saja sudah keong racun, tapi bisa menyembuhkan penyakit. Percaya enggak? Memang keong racun yang bikin rancu ya, berkhasiat atau tidak… Jujur saya tidak, saya (agak) lebih percaya pada pengobatan yang sudah terbukti secara pengamatan dan laboratorium.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: