Cuaca Ekstrim 29 desember 2010

Kemarin sore, tepatnya pada 29 Desember 2010 Jakarta diterpa cuaca yang tak biasa. Hanya dalam sepersekian detik angin bertiup amat (sangat) kencang dan menghasilkan suasana sore yang mencekam. Berbarengan dengan jam pulang kantor, saat saya melihat jam waktu baru menunjukkan pukul 17:22 WIB. Sepertinya angin baru berhembus kurang dari 1 atau 2 menit, tapi yang terlihat di mata malah mungkin sudah lebih dari itu (saking kencangnya).

Disambung hujan dan angin yang tetap bergejolak, membuat tetesan air hujan yang menabrak genting-genting rumah menjadi tidak karuan. Ke atas, ke bawah, kanan, kiri. Dan listrik mati seketika.

Beberapa menit ke depan cuaca berangsur-angsur membaik dan pada pukul 18:00 WIB sepertinya listrik sudah kembali dinyalakan sehingga aktivitas bisa berlanjut normal.

 

Didapati di beberapa channel yang mengekspos berita bahwa ada pohon tumbang yang mengakibatkan jalan-jalan tidak berfungsi maksimal, karena selain pohon yang tumbang juga mengakibatkan rusaknya kendaraan yang (kebetulan) menjadi korban dari reruntuhan pohon tersebut. Di jalan-jalan besar ini akan mengakibatkan kemacetan yang luar biasa, tapi seperti kejadian semacam ini tidak hanya terjadi di jalanan-jalanan kota besar, tapi juga menimpa beberapa bagian daerah yang memang memiliki pohon yang sudah tidak bisa menahan kencangnya angin barusan.

 

Beberapa hal yang bisa kita ambil dari kejadian yang cukup extraordinary ini;

❖ Mengingatkan di penghujung akhir tahun ini kita harus bisa memberikan warna baru dan semangat baru untuk tahun yang akan datang yang ada di depan mata kita. Tidak hanya bersumber pada keegoisan semata, tapi bagaimana nilai moral dan hati nurani manusia bisa berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

❖ Sedia payung sebelum hujan, sudah jadi makanan rutin bagi kita. Termasuk bila kita menghadapi prakiraan cuaca yang tiada henti unpredictable. Jadi, enggak ada salahnya kan, membawa payung di dalam tas kita? daripada kita kebasahan dan jadi jemuran baju yang baru dicuci saat sampai di rumah… Walau tetap sama-sama basah, tapi setidaknya payung melindungi kepala kita dari hujan (yang kadang untuk sebagian orang, bisa mengakibatkan pusing) dan menjaga kepala kita dari benda-benda yang tidak diinginkan yang menghantam tanpa permisi.

❖ Tetap, manusia tidak boleh lupa pada Sang Pencipta. Dengan berpegang pada jalan kebenarannya manusia diharapkan bisa menjadi pribadi yang mempunyai mental dan iman yang tebal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: