Selamat Tahun Baru Kelinci

Tahun Baru Imlek yang jatuh tepat pada 3 Februari 2011 kemarin membuat nuansa tersendiri bagi warga TiongHoa dan masyarakat yang merayakannya. Suasana ramai dan bahagia, tercermin dengan berbagai acara yang dilaksanakan demi menunjang nuansa Imlek yang tak pernah redup dari tahun ke tahun.

 

Atraksi Barongsai tak perna absen. Juga ritual sembahyang ke kelenteng atau vihara terdekat. Memasang hio (dupa) dan berdoa untuk kesejahteraan bagi sanak keluarga. Dilengkapi dengan saling mengunjungi sanak keluarga besar satu sama lain, mempererat kembali hubungan yang sebelumnya mungkin disibukkan dengan pekerjaan. Ajang Imlek ini bisa jadi sebagai moment di mana para keluarga bisa saling berkumpul di rumah utama dan saling bercengkrama.

 

2 hari ke depan, nuansa Imlek masih akan sangat melekat, walau dari hari ke hari akan kembali menenang. Bagaimana tidak, hari ini dan besok tetap akan jadi moment bagi mereka yang belum sempat mengunjungi sanak keluarganya secara lengkap untuk bisa saling bersukacita dan… ehm, hunting angpao.

 

Tapi ada satu hal yang sangat merisaukan bagi saya. Di tengah-tengah acara besar ini, sering dijadikan sebagai masa di mana orang-orang atau anak kecil yang, (maaf) kurang mampu… untuk ikut mengitar di sekitar rumah warga untuk meminta angpau. Miris? Sedih? Atau malah senang? Bingung rasanya.

Mungkin akan lebih baik bila mereka mendatangi rumah-rumah ibadah atau kelenteng yang memiliki acara pemberian angpau untuk umum, ketimbang mereka harus mendatangi rumah warga satu persatu untuk minta angpao. Salahkah mereka? Saya rasa tidak, ini juga merupakan bagian dari cara. Tapi… bukankah manusia tidak selayaknya meminta-minta? Akan lebih baik bila orang itu memberikan kasih dan melayani orang lain dari sudut pandang apapun.

Mereka tidak terurus? Walau sudah ada UU mengenai Hak manusia? Saya rasa, terurus. hanya saja mungkin belum merata.

 

Kelinci adalah hewan lembut yang paling menggemaskan para wanita khususnya, tak tak jarang hewan peliharaan ini dijadikan sebagai sahabat para manusia karena dianggap tidak ganas (banget). Jadi semoga saja kelinci bersahabat dengan seluruh manusia pada tahun ini. Janganlah jadi kelinci ‘playboy‘ tapi kelinci yang baik, ramah, dan penuh cinta kasih.

Advertisements