Pentingnya Time Management

Awalnya saya tidak percaya pada time management dan menganggap bahwa saya bisa mengendalikan semuanya. Tapi nyatanya toh… setelah melihat kasus-kasus yang diakibatkan oleh time management yang kacau dan tentunya karena pengalaman pribadi pula, maka time management merupakan suatu point penting bagi semua orang, siapapun itu.

 

Kalau mau sukses dan planningnya berjalan dengan lancar harusnya ada sebuah pertimbangan dan persiapan. Begitupun time management. Jangan pernah menganggap remeh pada 2 kata ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati, Bisa dibayangkan bukan, bagaimana akibat dari time management yang kacau? Ketiduran di berbagai kesempatan, kantong mata yang semakin tebal, pengelolaan pada aktivitas lain pun akan ikut terganggu, dan paling fatalnya bila akibat time management yang buruk kita mendapatkan musibah yang seharusnya bisa kita hindari. Misalnya saja di kala kita tengah berkendara.

 

Time management bukan musuh, tapi ia adalah sahabat yang sangat baik. Memang terkesan remeh dan gampang, tapi sebenarnya ia begitu dahsyat. Kalau kita bisa berteman baik dengan time management ini, diharapkan seluruh aktivitas kita terkelola dengan baik dan bahkan kita pun punya manfaat lebih, contoh : hasil aktivitas atau tugas yang lebih maksimal, pengurangan kantong mata, waktu yang kosong semakin banyak sehingga bisa digunakan untuk aktivitas lain yang berguna pula, dan pengalaman dalam, ehem, berumah tangga. 🙂

 

Maka dari itu, mulai dari sekarang sadarilah time management-mu dan mulailah bersahabat dengan dia.

Advertisements

Quote From Drama Reality Show Today

Tadi sore saya menonton sebuah drama reality show, Termehek-mehek. Di akhir acara, sang host ganteng menyatakan sebuah kalimat yang cukup membuat saya tertarik.

“Teman kita, jangan pernah sekalipun kita menyakiti mereka. Karena apabila kita menyakiti mereka, itu artinya kita menyakiti diri kita sendiri.”

You should understand (me)!

Teman kita, adalah seseorang yang  mengerti kita. Semakin dekat hubungan yang terjalin, semakin dekat juga orang itu kita sebut “SAHABAT“. Oke, sahabat adalah orang yang paling mengerti kita. Tapi apakah hanya itu? Bukankah itu terkesan dangkal?

Teman atau sahabat akan selalu (dominan) untuk dijadikan tempat pencurahan segala keluh-kesah kita, walau kita sebenarnya tidak selalu berharap masalah kita akan diselesaikan olehnya, karena kita lebih butuh didengarkan dan yang pasti tulus mendengarkan juga.

Tapi bagaimana bila masalah (dianggap) selalu datang menghampiri? Ingin selalu ditanyakan, “Masalah apa yang sedang anda hadapi hari ini?” Hello guys, semakin hari umur kita semakin bertambah, tak perlu menunggu untuk ditanyakan orang yang didengarkan… kenapa sih, tidak mencoba untuk mencari akarnya di mana dan mencoba menyelesaikannya dengan dewasa? Kenapa selalu ingin ditanyakan dan menunggu orang lain yang melakukan aksi dan hanya anda yang berhak mendapatkan reaksi?

Well, sahabat adalah orang yang mengerti tentang peringai kita tapi

you should know something cool, hanya andalah yang paling mengerti diri anda sendiri.

Masalah pasti akan selalu ada, karena hidup takkan semulus jalan tol dan memang sudah seharusnya akar masalah tersebut anda bisa sadari.

 

Udah Gede, Salah lagi!

Itu kata-kata yang saya cukup ingat walaupun sudah belasan tahun. Yup, pertama kali saya dengar dari mulut guru IPA SD saya, Pak Blasius. Orangnya santai dan baik, tapi kadang membuat orang menggelitik dengan tradermark-nya,

“Sudah gede… Salah, lagi!”

Maksudnya, siswanya bisa pede mengucapkan sesuatu dengan lantang dan keras tapi sebenarnya itu adalah pendapat yang salah. Terdengar lucu tapi memang kehidupan juga dipenuhi dengan aspek kehidupan seperti itu. Sekarang saya sudah menginjak semester 5 tapi… kata-kata trademark SD itu membuat saya, sedikit  berpikir bijak dalam bertutur kata. Karena saya adalah icon. Icon untuk bekerja, berumah tangga, dan icon atas nama saya sendiri. Bila saya sendiri yang tidak bijak dalam menempatkan karunia Tuhan lewat indera-indera ini, artinya saya yang merusak icon tersebut.

Ingat, manusia tidak hidup sendiri di dunia ini. Banyak mata yang mengarah ke kita, dan akan terbawa hingga mempengaruhi citra diri kita. Baik-buruk, kita yang menentukan sendiri.

That’s What Friends Are For

Kemarin itu saya tengah mendengar sebuah lagu dan sekarang baru sadar bahwa lagu tersebut, “That’s What Friends are For.”

Teman… adalah orang yang sadar tak sadar selalu menemani kita dalam kehidupan kita sehari-harinya. Tapi teman yang baik adalah teman yang menemani kita dalam keadaan suka, maupun duka.  Ia tidak hanya bersedia menemani kita dalam keadaan kita senang, tapi ikut sedih dan menemani di kala kita sedang berada di roda yang berseberangan dengan kebahagiaan. Namun bagaimana bila teman lebih ingin ditemani di saat ia membutuhkan karena ia membutuhkan kita hanya untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya?

…And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try to feel
The way we do today
And then if you can remember

Keep smilin’, keep shinin’
Knowin’ you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for…

Dan ia berang bila kita tidak bisa membantunya kala itu, walau sudah bertahun-tahun bersama dan saling mengenal satu sama lain. Tapi dengan mudah, melupakan berjuta-juta waktu yang telah dilalui sebelumnya. Sekarang siapa yang salah dan siapa yang benar? Salah dan benar, baik dan buruk sepenuhnya tergantung cara pandang kita. Hanya saja perlu diingat, turunkan ego dan berpikirlah secara objektif.

Satu dengan yang lain otomatis, satu manusia dengan manusia lainnya itu berbeda. Karena semuanya unik. Tapi satu hal yang tetap melekat, mereka punya kualitas tersendiri. Otomatis hanya kita yang bisa melihat, kita harus bisa mengetahui kualitas manusia satu dengan yang lainnya, agar kita bisa bertindak bijak dan tahu cara untuk bertindak terhadap mereka.

 

Quote for Today

They say: “Behind every  successful man there is a wise woman.”

I say: “In reality, wise woman choose only successful man!”

This is quote for today. This is a status of my friend and I think it really interesting to share. So, what are you waiting for, just work hard and raise your successful!

Precious Thing

What is the precious thing in the whole world? Is it diamond or money? Having a rich and handsome husband or/ having a supermodel wife’s? Spending a lot of times on other country and get many gifts for your friends?

There nothing such a precious thing more than yourself.

You’re the diamond. You are the gift from heaven.

When you have already know about how to love and be loved, sometimes each other has a lot of lacks. Maybe not too handsome or/ beautiful, not to rich to always pay your spending, doesn’t have a Lamborghini to take you tour when you have date, or maybe each other feel that he/she isn’t enough to have just one relationship.

First, you will feel that you are the wrong one, you are the trash and useless. You will do whatever to get back yours, even you will die. But then, when you spend just a little bit more moment, you will consider and just like have a “click” on one statement; “You’re too precious to just sit down, lay down, even bow something that (actually) doesn’t fix with you. You are too precious to waste your time with that, because you can start anything new and challenging more. Just realize, that the situation that ever stand with you is a lesson to get a better you and a better future.

So, why are you just sitting down and feeling blue? Come on, stand up, and decide what goals that we want to achieve tomorrow…

 

Jenny (An Education):

❝ If you never do anything, you never become anyone.❞

Previous Older Entries