Story:3

Jyn terbangun pagi ini. Benaknya penuh pikiran yang di luar perkiraannya saat ini. Ia dipenuhi tanda tanya, kenapa bisa ia diberikan mimpi seperti itu.

Mimpi… bunga tidur… Ada yang mengatakan apa yang ada di mimpi akan terjadi sebaliknya di dunia nyata. Atau malah terjadi seperti bagaimana adanya? Mimpi itu petunjukkah, atas kesalahan-kesalahan kita maka itu kita diingatkan dalam bunga tidur? Benarkah itu?

Berdasarkan wikipedia Indonesia, mimpi adalah:

pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.

Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi.

Jyn semakin bingung. Ia sudah terlalu banyak mengenyam yang namanya mimpi, apalagi mimpi di mana ia sadar ia sedang bermimpi dan bisa sedikit mengendalikan apa yang terjadi dalam mimpi itu.

Dalam mimpi kali ini Jyn tengah ada dalam suatu trip. Namun ia berada di tengah dan berdebat dengan seseorang, berdebat dengan keras dan membuka semuanya, apa yang sudah terjadi, mencoba menyadarkannya. Hingga orang yang tengah berdebat dengan Jyn ditahan oleh teman lainnya. Menyalakan tivi di bus tersebut dan mempresentasikan kenyataan.

Tak mau diambil pusing, Jyn bangun dan tak memejamkan matanya lagi. Ia langsung menghabiskan pagi yang sejuk itu dengan mengerjakan tugas dan mengisi aktivitas hobinya pagi ini. Good morning all! May all have a wonderful day~ ❤

❝A man is a success if he gets up in the morning and gets to bed at night, and in between he does what he wants to do. ❞
Bob Dylan

Story:2

Hidup sepertinya tidak mudah bagi Jyn, ia mengakuinya. Hidup dengan penuh hembusan nafas di mana-mana sungguh melelahkan. Namun bagaimana hidupnya akan berbuah sebuah pengalamanan khusus baginya kelak bila di masa sekarang ia terus disodori dengan hidup yang lancar bagai jalan tol. Kadang hidup seperti sekarang inilah yang merupakan syukur terbesarnya.

I want to share it with my children later…” Bahwa ada kejadian seperti ini, tipe orang seperti ini itu, jalan hidup dan cara pikir yang bermacam-macam. Dulu ia pernah merasakan begitu orang tuanya terus mengulang sebuah penyataan yang sama, bahkan sampai ia menghafalnya dan melantunkannya ketika orang tuanya hendak mengucapkan hal tersebut. Namun kini ia berubah. Perkataan itulah perhatian untuknya. Ia kini sadar, kehidupannya sekarang ia jalani juga untuk anaknya. Dengan harapan, anaknya akan mempunyai hidup yang lebih baik lebih dari dirinya.

“Hidup itu sulit, Jyn, maka dari itu hargai setiap detik yang kamu lewati…”

“Tapi kadang hidup yang sulit ini terasa berat,” sanggah Jyn pada Jyo sambil melilit kabel telepon.

“Pernah dengar pernyataan, Tuhan yakin kamu bisa melewatinya maka dari itu Ia memberikan cobaan ini padamu. Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya…”

“Jadi Tuhan ingin aku berubah menjadi lebih baik lewat hari-hari yang aku jalani sekarang?”

“Menurutmu? Apakah kamu menganggap seperti itu?”

Menurut Jyn, apa yang dikatakan Jyo ada benarnya. Ia bukan sedang diberikan cobaan untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Cobaan ini bisa jadi dimasukkan juga dalam sebuah proses tumbuh dewasa bagi dirinya. Kalau seseorang yakin apa yang sedang dijalaninya saat ini adalah sesuatu yang mahal harganya dan tidak terbayarkan, orang itu akan semakin menjalaninya dengan penuh syukur. Maka dari itu, bersyukurlah untuk harimu sekarang dan detik yang telah kau lewati.

Okay, Jyo, wo ming bai le. Xie xie ni yaa…

Story:

Kembali dengan Jyn yang tengah anteng di kampus dengan kegiatan biasanya. Jyn, seorang gadis biasa saja, dengan nilai akademis yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, just in average. Tapi ia punya misi dan keinginan untuk hari depannya kelak. Patut dicontoh karena keinginan itu belum tentu semua orang punya, apalagi dalam perkembangan zaman yang sudah semakin… (I don’t have to say this, just show up your opinion about today’s life). Harinya kini agak dengan masa complicated but she try to make it her normal life.

Siangnya seorang temannya, Imey menghampirinya. “Ni hai mei you kai shi da ge zhao hu??” tanyanya. Dan dijawab dengan sahutan kepala menggeleng dari Jyn. “Suo yi, ni hui bu hui hu xi xian xiang?

Ta ying gai zhi dao wo di xing ge, wo bu shi yi ge ying jie di yi…” jawabnya santai namun lugas.

Kan qi lai hen nan, ta yao wen ni shui, ni xiang rang ta xian zou, shui di yi ge xiang wo da zhao hu. Er qie jin jin yin wei yi ge xiao wen ti ke yi zhe yang le…” ujar Imey. Menutup perbincangan singkat siang itu.

Setelah kuliah Jyn pun bertemu dengan Jyo. Membicarakan semuanya padanya. Jyo-lah yang paling ia percaya saat ini. Bukan palsu, bukan topeng, dan bukanlah bohongan. Karena Jyn paling mengetahui Jyo. Jyo berkomentar, “Why should you have to fix it first, now in this situation it should be if indeed he realized he would begin to improve. If it turns out that he expected you to fix everything, how responsibility and awareness for his actions during this. This will happen again sooner or later…

Ucapan itu kembali membuka hati Jyn, bahwa ia sebenarnya mengharapkan yang terbaik memang terjadi. Ia lebih berpikir ke depan dan karena sharing yang sebelumnya ia lakukan pada Jyo, ia yakin apa yang ia pilih dan lakukan adalah yang terbaik untuk keduanya. Untuk memupuk kedewasaan dan rasa tanggung jawab, serta melatih kebijaksanaan yang pasti di masa akan datang akan sangat dibutuhkan.